Minggu, 06 November 2011

MESIN SORTASI DAN GRADING

ALAT-ALAT PASCA PANEN

(Tugas Alat Mesin Pasca Panen)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

clip_image002
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2010

 

 

A. MESIN SORTASI

 

Sortasi merupakan kegiatan dalam penanganan pasca panen yang bertujuan untuk memisahkan bahan utama(produk utama) dengan bahan pengotor (losses) atau yang sering disebut dengan kegiatan operasi pemisahan. Pemilihan atau sortasi adalah pemisahan bahan baku ke dalam kategori-kategori yang berbeda karakteristik fisiknya seperti ukuran, bentuk, dan warna.

  Proses sortasi adalah metode pemisahan berdasarakan densitas atau daya apung antara bagian yang dihubungkan dengan bagian yang tidak diinginkan dari bahan pangan yang dibersihkan (wirakartakusumah, 1992).

Untuk memisahkan bahan-bahan yang telah dihancurkan berdasarkan keseragaman ukuran partikel-partikel bahan dilakukan dengan pengayakan dengan menggunakan standar ayakan. Pengayak (screen) dengan berbagai desain telah digunakan secara luas pada proses pemisahan bahan pangan berdasarkan ukuran yang terdapat pada mesin-mesin sortasi, tetapi pengayak juga digunakan sebagai alat pembersih, memisahkan kontaminan yang berbeda ukurannya dari bahan baku (fellow, 1988).

Berdasarkan jenisnya mesin sortasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian yakni :

1.      Saringan Bergoyang

2.      Saringan Bergoyang

3.      Aerodinamik Patikel Kecil

4.      Aerodinamik Patikel Kecil

5.      Separator Gravitasi Spesifik

6.      Separator Gravitasi Spesifik

7.      Sparator Spiral

8.      Sparator Spiral

9.      Separator Silinder

10.  Separator Silinder

11.  Separator Piringan

12.  Separator Piringan

13.  Separator Siklon (Cyclone)

14.  Separator Siklon (Cyclone)

15.  Separator Sentrifugal

clip_image004
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 1. Mesin Sortasi

 

 

B. Mesin Grading

Grading merupakan kegiatan dalam penanganan pasca panen yang bertujuan untuk memisahkan bahan utama berdasarkan mutu yang dimiliki bahan tersebut atau pemisahan bahan baku ke dalam kategori-kategori berdasarkan kualitasnya.

clip_image006

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Mesin Grading

Beberapa hal yang menjadi acuan dalam pengelompokan bahan baku berdasarkan mutu ialah :

Ø  Karakteristik Fisik

a.       Kadar air

b.      Ukuran

c.       Bobot

d.      Tekstur

e.       Warna

f.    Bahan lain (pengotor) dan bentuk

 

Ø  Karakteristik Kimia

a.       Analisis komposisi

b.      Ketengikan ),

c.       Indek asam lemak bebas

d.      Aroma dan flavor

Beberapa parameter tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam penanganan untuk memisahkan bahan utama berdasarkan mutu serta dalam hal perancangan mesin grading yang sesuai dengan standar.

 

 

 

A. Hammer Mill & Disk Mill / Mesin Penepung

clip_image008

Gambar 1.  Mesin penepung

Mesin Penepung adalah alat yang digunakan untuk menghancurkan berbagai bahan hasil pertanian menjadi tepung. Mesin penepung terdiri dari dua jenis, tipe Disk Mill dan tipe Hammer Mill.


Alat mesin penepung tipe Disk Mill ini bisa dipakai sebagai alat mesin bisnis produksi tepung beras, tepung jagung, mesin giling kopi, giling kacang, giling jagung, dll

 

Proses penepungan merupakan proses pengecilan ukuran (size reduction) suatu bahan padat secara mekanis tanpa diikuti dengan perubahan sifat kimia dari bahan yang digiling. Mengingat sifat biji – bijian yang keras, maka terdapat 2 (dua) cara yang dikenal dalam proses penepungan, yaitu penepungan cara basah dan cara kering. Penepungan cara kering (dry prosess) didefinisikan sebagai bahan yang ditepungkan melibatkan perlakuan fisik dan mekanik untuk membebaskan komponen–komponennya dari sifat aslinya. Sedangkan penepungan cara basah (wet prosess) adalah bahan yang digiling melibatkan perlakuan fisiko–kimia dan mekanik untuk memisahkan fraksi–fraksi yang diinginkan. Kedua cara tersebut pada prinsipnya berusaha memisahkan lembaga dari bagian tepungnya. Tepung yang dihasilkan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu tepung yang mengandung lemak dan tidak mengandung lemak. Hal ini tergantung dari jenis bahan dasarnya Disc mill merupakan suatu alat penepung yang berfungsi untuk menggiling bahan serelia menjadi tepung, namun lebih banyak digunakan untuk menepungkan bahan yang sedikit mengandung serat dan juga suatu alat penepung yang memperkecil bahan dengan tekanan dan gesekan antara dua piringan yang satu berputar dan yang lainnya tetap.

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Pengayak Getar

clip_image010

Gambar 1.  Mesin pengayak

 

Mesin Ayak berguna untuk mengayak berbagai bahan dengan sistem getar sehingga mempermudah dan mempercepat pengayakan.Dengan mesh sesuai yang diinginkan dan bertingkat mempermudah membersihkan bahan. 

 

Secara umum mesin pengayak ini digerakkan dengan menggunakan motor listrik yang dihubungkan melalui pulley dan sabuk v-belt. 

 

 

clip_image012

C. Burr Mill / Mesin Penggiling

Gambar 1.  Mesin penggiling (burr mill)

 

Burr mill merupakan mesin yang yang digunakan untuk menggiling bahan-bahan atau mengecilkan ukuran bahan tersebut menjadi sesuatu yang dapat diolah kembali menjadi barang yang mempunyai nilai lebih.  Contoh mesin penggiling ini ialah mesin penggiling singkong.

 

Dasar kerja mesin penggiling cukup sederhana, bila dibandingkan dengan mesin penggiling yang lain. Ini disebabkan oleh fungsinya untuk dimanfaatkan menggiling singkong menjadi bahan makanan yaitu “Gethuk”. Sebelum penulis jelaskan

seluruh sistem kerja akan penulis jelaskan mengenai komponen komponen yang terdapat dalam mesin penggiling tersebut. Komponen mesin tersebut adalah :

 

 

a. Besi poros berbentuk ulir, berfungsi untuk menggiling bahan bahan yang  

    dimasukkan ke dalam mesin penggiling.

b. Bodi mesin, digunakan untuk meletakkan seluruh isi mesin yang mendukung

    dalam proses penggilingan.

c. Saringan, berfungsi untuk menyaring semua bahan yang telah selesai untuk  

    digiling.

d. Kipas potong, berfungsi untuk memotong semua bahan yang telah selesai untuk di

    giling.

e. Penutup kipas, berfungsi untuk meletakkan kipas dan saringan supaya melekat di

    body mesin.

f. Engkol penggerak, berfungsi untuk menggerakkan besi poros mesin yang

    berbentuk ulir.

 

Cara kerja mesin tersebut adalah sebagai berikut :

a. Bahan singkong dimasukkan ke dalam mesin, melalui lubang input.

b. Engkol penggerak digerakkan berputar searah jarum jam.

c. Bahan singkong ditekan terus ke dalam mesin penggilling agar seluruhnya dapat

     tergiling sampai habis.

d. Poros pusat yang berbentuk ulir, bila engkol digerakkan maka akan ikut berputar,

    dengan demikian bila ada singkong yang masuk, akan tergiling di dalamnya.

e. Setelah proses penggilingan selesai oleh poros pusat, dilanjutkan oleh kipas

    pemotong, disini kipas pemotong tersebut akan memotong serat serat kecil hasil  

    penggilingan poros pusat. Setelah selesai pemotongan, maka proses selanjutnya  

   adalah menyaring hasil pemotongan oleh kipas potong, disini akan dihasilkan  

   singkong yang sudah lembut.

 



Related Article:

 
Copyright 2010 ARTIKEL. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Distorsi Blog